Baju Batik Solo yang Unik dan Filosofis

baju batik solo

Solo merupakan pusat penjualan baju batik kedua terbesar setelah Yogyakarta. Tak heran, Anda juga akan mudah menemukan banyak toko yang menjual aneka baju batik solo yang murah meriah di berbagai sisi kota. Banyak orang yang tidak bisa membedakan antara batik asal Solo dan Yogyakarta karena modelnya yang hampir mirip. Padahal batik solo memiliki motif khas tersendiri dan sangat filosofis. Salah satu motif yang banyak ditemukan adalah motif makhluk hidup. Secara filosofis, batik ini mencerminkan unsur keagamaan masa lalu yang masih di dominasi oleh agama hindu. Beberapa motif ini adalah motif burung garuda, sawat, naga dan sebagainya.

Baju batik solo dengan motif khas lainnya adalah baju dengan motif Parang Kusuma. Motif ini memiliki ciri bentuknya yang diagonal. Secara filosofis, motif ini memiliki arti garis keturunan kerajaan. Ciri khas batik Solo adalah pada motifnya yang geometris dan ukuran motifnya yang kecil-kecil atau istilahnya ‘trutum’. Motif lain yang juga banyak ditemui adalah motif Sidoluruh, Sidoasih, Sidomukti dan banyak lainnya. Selain motif dan trutum, ciri khas lain batik solo terletak pada penggunaan warnanya yang masih kental akan kesan tradisional dengan warna gelap seperti cokelat, hitam dan putih. Selain motif tersebut, baju batik asal kota solo memang mirip seperti batik asal kota Pekalongan atau Yogyakarta karena modelnya yang cenderung sama seperti blouse, model V, model Shanghai dan lain sebagainya.

You Might Also Like